Pages

Sunday, 22 May 2011

THE NON SEQUITUR IN THE REVIVAL OF MONOPSONY THEORY



Analis ekonomi kadang-kadang memiliki kecenderungan untuk membandingkan kerja dunia nyata pasar tenaga kerja dengan model, abstrak ideal, Friction-free model dari persaingan sempurna dengan asumsi yang sempurna, yaitu tanpa informasi biaya dan mobilitas. Model persaingan sempurna sering berfungsi sebagai Orang-orangan sawah yang ketika dalam masa turun, maka akan melayani persaingan tersebut dengan tujuan untuk memiliki mentalitas anti-pasar. Dalam kasus teori monopsoni baru, sebuah model abstrak, model yang sangat modern, kesimpulan yang didasarkan pada asumsi krusial mustahil, yang dibandingkan dengan model pasar persaingan sempurna tenaga kerja bahwa telah ditemukan diperlukan. Hal ini adalah menunjukkan perbandingan yang kurang bermakna.

Kesimpulan diatas merupakan inti dari journal economy berjudul:

THE NON SEQUITUR IN THE REVIVAL OF MONOPSONY THEORY

oleh

DON BELLANTE

Tahun 2007 Journal Australian Economy.

Dapat di download disini

Monday, 9 May 2011

Logika Fuzzy

Baru-baru ini aku dapat tugas untuk membuat presentasi mengenai linear programming. setelah mencari bahan, aku menemukan link berikut:

Fuzzy linear programming

Isinya sangat menarik, tapi yang paling menarik aku dapet ilmu tentang logika fuzzy, intinya adalah:

Logika Fuzzy

definisi : sebuah logika tentang sesuatu yang tidak tegas, dengan kata lain memiliki nilai yang kabur.

Perbedaan dengan Logika tegas:

- logika tegas memiliki nilai biner, misalkan ya atau tidak, 0 atau 1.

- logika Fuzzy memiliki nilai kabur, misalkan ragu-ragu, atau nilai antara 0-1

Sehingga pada intinya, logika fuzzy memiliki suatu himpunan dalam suatu antara variabel-variabel yang sudah tegas.

Logika fuzzy dikembangkan oleh prof. lotfi zaden sekitar tahun 1960an.

Friday, 8 April 2011

7 new tools

7 new tools
(alat untuk mengukur quality dalam manajemen)

1. diagram afinitas
- brainstorming. saat brainstorming dianjurkan untuk tidak menghentikan ide orang.
- dengan diagram afinitas kita bisa membuat masalah lebih jelas.
- mendaftarkan hal-hal penyebab masalah

2. diagram keterkatian
- membuat kejelasan tentang keterkaitan antar masalah dan sub masalah.
- caranya adalah menuliskan / merumuskan masalah terpenting lalu tuliskan masalah-masalah yang terdaftar pada diagram afinitas lalu menuliskan keterkaitan dari masalah-masalah tersebut. sehingga akan diperoleh kesimpulan masalah yang menunjang masalah utama.
- akhirnya akan serupa dengan diagram FIsh Bone - IShikawa. hanya salah fish bone lebih mengurutkan masalah yang lebih detail dan lebih kuantitatif. sementara diagram afinitas cuma melihat keterkaitan saja.

3. diagram pohon
- alat yang secara sistematis dapat mengetahui cara menyelesaikan masalah dengan cepat atau menentukan cara untuk mencapai suatu tujuan.

4. diagram matriks
- merumuskan masalah dan solusi dalam sebuah kolom dan baris. lalu kita bisa menentukan solusi mana untuk masalah mana dan seberapa kuat solusi tersebut dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menggunakan simbol khusus.

5. matriks data analisis
- menghitung secara statistik keterkaitan antara diagram matriks sebelumnya dengan cara membuat scatter plot lalu dicari hubungannya dengan menggunakan alat statistik seperti regresi atau SEM.

6. PDPC (Process Decision Program Chart)
-memiliki khas yaitu memecahkan masalah dengan manajemen resiko. karena PDPC mendaftarkan resiko yang terjadi dari suatu masalah, setelah itu dicari solusi yang dapat menjawab resiko tersebut.

7. Diagram panah
- CPM/PERT : manajemen proyek.
- Critical Path Method, suatu cara berpikir yang biasa saja/umum untuk melihat durasi dari suatu proses dalam suatu proyek. nama lainnya network planning.
- Project evaluation review technic. Lebih cocok digunakan dalam keadaan yang tidak pasti. membuat diagram analisis dari suatu durasi dari suatu project yang dibagi dalam tiga hal, optimis, most likely, persimist. datanya diperoleh dari penelitian sebelumnya. lalu nanti dicari rata-ratanya. intinya adalah CPM tapi dengan waktu yang tidak pasti.

Cara menentukan kapan alat tersebut digunakan: